KISAH PEREMPUAN YANG MENGABDIKAN DIRINYA JADI RELAWAN KEMANUSIAAN

Tidak banyak orang yang mau mengabdikan dirinya untuk kegiatan kemanusiaan, hanya orang-orang yang terpanggil jiwa dan hatinya yang sanggup bertahan lama untuk menggeluti bidang ini. Salah satu sosok perempuan tangguh dan menginspirasi adalah mbak Retno atau yang biasa dipanggil dengan Mba Eno. Dulunya, ia merupakan seorang mahasiswi Ilmu Kimia di salah satu perguruan tinggi negeri di Kalimantan Selatan. Sejak masih mahasiswa, ia memang sudah aktif di berbagai kegiatan seperti organisasi kampus.
Selepas masa kuliah, ia mulai mencari pengalaman dengan menjadi anggota di lembaga kemanusiaan seperti Radar Banjar Peduli (RBP), dimana melalui lembaga ini ia dan tim sering menyalurkan bantuan untuk korban musibah seperti banjir, kebakaran, tanah longsor dan lainnya. Tidak hanya itu, ia juga sempat bergabung di Walhi Kalimantan Selatan. Kepeduliannya akan kemanusiaan ternyata tidak hanya sebatas hubungan antar manusia tetapi juga alam. 

Mba Eno Asuransi Wakaf
 
Sudah banyak orang-orang yang mba Eno temui, sebagian justru berasal dari kalangan menengah ke bawah dan hidup di bawah garis kemiskinan. Seringkali ia juga menyaksikan bagaimana orang yang sangat terbatas dari segi ekonomi harus menjalani cobaan lain berupa sakit parah. Getir demi getir kehidupan ia saksikan di depan mata secara langsung. Hal ini membuat jiwa sosialnya bangkit, ia terus melakukan berbagai upaya untuk bisa membantu dan menolong orang lain. Beberapa kegiatan kemanusian yang sering ia lakukan adalah menggalang dana pengobatan untuk masyarakat miskin dan menderita sakit berat, menyalurkan bantuan berupa sembako, membuka taman baca bagi anak-anak di pedalaman dan lainnya.
 
Kini, mba Eno aktif sebagai volunteer di Aksi Cepat Tanggap (ACT). Banyak kegiatan kemanusiaan yang ia jalani. Orang-orang seperti mba Eno seharusnya mendapat perhatian lebih, sebagai seseorang yang sudah merelakan jiwa raga dan waktu untuk orang lain, sudah seharusnya mendapat apresiasi. Satu keinginan mba Eno yang ia harapkan bisa tercapai suatu hari nanti yaitu bisa berangkat ke tanah suci Mekkah, jika tidak bisa bersama keluarga setidaknya bersama teman seperjuangannya.
 
Salah satu kegiatan dari ACT yang pernah dilakukan adalah penyaluran wakaf serta bantuan untuk hari raya Qurban. Kini, dengan adanya Asuransi Wakaf berbagai kegiatan untuk kemanusian khususnya umat islam bisa saling membantu dan bersinergi.

Posting Komentar

0 Komentar