Gejala Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi yang juga dikenal sebagai hay fever, adalah tipe inflamasi pada hidung yang terjadi ketika sistem imun bereaksi lebih terhadap alergen di udara. Tanda dan gejala rhinitis alergi meliputi hidung tersumbat, bersin, mata kemerahan, gatal, berair, selain itu juga bengkak di sekitar mata.Cairan dari hidung biasanya bening. Gejala sering dimulai dalam beberapa menit setelah terpapar alergen dan dapat memengaruhi pola tidur, kemampuan bekerja, dan kemampuan berkonsentrasi.

rhinitis alergi
 
Meski begitu, biasanya setiap orang memiliki gejala yang berbeda saat terpapar zat pemicu alergi. Gejala yang muncul umumnya bersifat ringan dan mudah untuk ditangani. Namun, enggak jarang gangguan ini juga bisa memicu gejala yang lebih parah. Jika mengalami gejala yang terasa semakin parah dan tidak kunjung membaik, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit.
 
Ada beberapa metode pengobatan yang sering digunakan untuk mengatasi gejala dari rinitis alergi. Biasanya pengobatan akan berbeda antara satu orang dengan yang lainnya tergantung dari penyebab dan tingkat keparahan alergi yang terjadi. Salah satu metode dasar dan sering dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah menghindari pemicu alergi atau disebut sebagai alergan.
 
Namun pengobatan yang terbaik adalah dengan cara menghindari alergen dan mengelola alergi Anda sebelum tubuh Anda memiliki kesempatan untuk menanggapi  zat alergen. Cara lain yang efektif untuk mencegah alergi rhinitis  adalah dengan menghindari alergen yang menyebabkan gejala Anda. Misalnya, tinggal di dalam rumah ketika terdapat jumlah serbuk sari yang tinggi, dan mandi segera setelah berada di luar. Bersihkan juga rumah Anda dari bulu hewan peliharaan, jamur, dan debu.
 
Pada rinitis alergi, gejala muncul akibat adanya “serangan” dari unsur luar tubuh, seperti debu, kelupasan kulit hewan, atau serbuk sari. Biasanya zat-zat tersebut menyebabkan seseorang mengalami alergi dan memunculkan gejala tertentu. Sedangkan pada rinitis nonalergi, gejala muncul bukan karena adanya alergi. Kondisi ini bisa terjadi karena adanya infeksi dari virus atau bakteri tertentu.

Gejala Rintis Alergi dan Cara Menyembuhkannya
Rinitis alergi ialah kondisi yang terjadi karena adanya peradangan dalam rongga hidung akibat reaksi alergi. Ada beberapa gejala yang sering muncul saat seseorang mengalami alergi ini, mulai dari bersin-bersin, hidung berair dan hidung tersumbat, serta batuk-batuk. Selain itu, gejala seperti mata gatal dan berair serta mudah merasa lelah juga bisa menjadi gejala alergi ini.

Meski begitu, biasanya setiap orang memiliki gejala yang berbeda saat terpapar zat pemicu alergi. Gejala yang muncul umumnya bersifat ringan dan mudah untuk ditangani. Namun, enggak jarang gangguan ini juga bisa memicu gejala yang lebih parah. Jika mengalami gejala yang terasa semakin parah dan tidak kunjung membaik, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

Ada beberapa metode pengobatan yang sering digunakan untuk mengatasi gejala dari rinitis alergi. Biasanya pengobatan akan berbeda antara satu orang dengan yang lainnya tergantung dari penyebab dan tingkat keparahan alergi yang terjadi. Salah satu metode dasar dan sering dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah menghindari pemicu alergi atau disebut sebagai alergan.
 
Rinitis alergi memang tidak dapat disembuhkan, tetapi gejala dan serangannya bisa dikendalikan dengan beberapa cara. Mengendalikan gejala rinitis alergi bisa dilakukan dengan cara:
 
1.    Obat-obatan
Salah satu cara meredakan gejala rinitis alergi adalah dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Seperti antihistamin, dekongestan, atau obat-obatan sesuai dengan rekomendasi dari dokter. Jika gejala yang muncul masih tergolong ringan, rinitis alergi biasanya bisa diredakan dengan obat-obat yang bisa dibeli di apotek. Tapi jika gejala yang muncul cukup parah, jangan menunda untuk pergi ke rumah sakit dan menemui dokter. Sebab, dokter mungkin akan meresepkan obat tambahan khusus, misalnya obat semprot hidung untuk membantu melawan alergi.

2.    Terapi
Mengatasi rinitis alergi juga bisa dilakukan dengan terapi khusus, yaitu imunoterapi atau desensitisasi. Cara ini dilakukan dengan menyuntikkan alergen ke kulit penderita dalam interval waktu dan dosis tertentu. Tujuannya untuk menurunkan sensitivitas imun tubuh terhadap alergen tersebut, artinya sistem imun tubuh akan menjadi lebih kuat saat mengalami serangan. Selain suntikan, pemberian alergen juga bisa dilakukan dalam bentuk tablet yang diminum.

Posting Komentar

0 Komentar