Pilpres 2019 : Berita Surat Suara Sudah Dicoblos HOAX

Pilpres 2019 kembali menimbulkan kegemparan, yakni dengan ditemukannya 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos. Sebuah keteledoran pihak KPU yang harus segera diusut. Bisa jadi banyak asumsi yang berkembang di masyarakat terkait dengan keberpihakan KPU kepada salah satu Paslon pada Pilpres 2019.  

Pilpres 2019

KPU memiliki wewenang besar untuk mengawasi distribusi surat suara. Jika ada kerusakan pada surat suara pun KPU harus segera turun tangan. Untung itulah pengawalan ketat terhadap surat suara harus dilakukan.

Menurut pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pengawalan ketat pun masih membuat banyak polemik dan masalah yang tidak kunjung usai menjelang Pemilihan Umum. Seperti pada Pilpres 2019 ini yang berawal pada informasi sepihak yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Sebuah akun media sosial, Facebook, atas nama Syahrul Bidari, mengunggah foto kontainer surat suara. Lalu di bawahnya tertulis keterangan singkat bahwa semua surat suara di dalam kontainer tersebut sudah dicoblos.

Unggahan status medsos tersebut sontak membuat banyak orang kaget dan tergerak untuk segera mengomentarinya. Dalam hitungan detik saja, sudah ada lebih dari 800 orang yang mengomentari. Banyak yang mengingatkan KPU untuk lebih intens dalam mengawal tercetaknya surat suara.

Parahnya artikel terkait surat suara Pilpres 2019 yang belum diketahui keberadaannya tersebut sudah digunakan orang lain sebagai sumber penulisan berita atau artikel. Seolah-olah bahwa berita tersebut adalah benar. Sangat disayangkan, budaya penangkapan informasi di Indonesia yang bisa tertelan begitu saja tanpa ada usaha untuk mencari klarifikasi. Dalam kasus ini, KPU menjadi sasaran sumber kesalahan yang paling kuat.

Tidak menunggu hitungan jam, berita ini langsung menyebar di kalangan politisi. Salah satunya adalah Andi Arief, Wasekjen Partai Demokrat. Pihaknya sangat pilu mendengar peredaran berita ini. Untuk itulah Andi meminta pihak-pihak terkait, KPU dan Bawaslu untuk segera mengecek kebenarannya, karena berita hoax di tengah panas-panasnya atmosfer Pilpres tahun ini akan membantu apabila peperangan yang sangat besar.

KPU pun tidak mau tinggal diam. Berita surat suara yang sudah dicoblos tersebut sangat mengganggunya kinerja KPU beserta Bawaslu, sehingga harus segera diluruskan. Dilansir dari m.liputan6.com, KPU langsung menuju ke Pelabuhan Tanjung untuk melakukan sidak.

Sampai di Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, kondisi surat kuasa masih dalam keadaan baik. Belum ada yang tercoblos sama sekali. Fakta mengatakan bahwa berita yang selama ini beredar adalah bohong.

Pelurusan berita pun dilakukan oleh KPU dan Bawaslu dengan detail. Bahkan saat sidak pun juga dihadiri oleh TNI AL yang juga tidak membenarkan jika pihaknya yang menyita surat suara yang telah tercoblos. Berdasarkan berita yang beredar, yang menemukan surat suara sudah tercoblos adalah TNI AL. Ada satu kontainer penuh yang  berisi surat suara tercoblos semuanya. Itu semua berita bohong.

Untuk mengamankan Pilpres 2019, oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut harus segera ditangkap. Berita yang tidak benar bisa membuat keadaan kacau. Apalagi penyebarannya yang sangat cepat ini bisa menyebabkan image KPU tercoreng.

Hal tersebut didukung oleh salah satu anggota dari Bawaslu yang juga ikut terjun mengecek ke lapangan, Afifuddin. Pelaku penyebar berita hoax akan langsung dilaporkan ke pihak Cyber Crime Polri untuk ditindaklanjuti. Tidak boleh ada yang lolos agar berita tidak simpang siur ke mana-mana. Terlebih surat suara adalah alat utama yang akan digunakan untuk pelaksanaan Pilpres 2019. Jika ada kerusakan akan mengganggu jalannya pemungutan suara.

Posting Komentar

0 Komentar