Faktor Yang Membuat Pemegang Kartu Kredit Meningkat Tajam

Fakta mengejutkan ketika ternyata pengguna kartu kredit meningkat tajam. Momen inilah yang kemudian ditangkap oleh Bank HSBC dengan menawarkan produk Kartu Platinum. Ini merupakan kartu kredit yang sangat memberikan keuntungan bagi mereka yang suka belanja barang branded. Dengan kartu ini, Anda tidak perlu lagi takut untuk berbelanja barang-barang branded.
 
Namun, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa pemegang kartu kredit semakin meningkat padahal ada stigma negatif yang melekat pada kartu kredit. Kartu ini dianggap sebagai sumber bencana. Pasalnya, pemegang akan sangat konsumtif sehingga membuat keuangan mereka kacau. 

Kartu Kredit

 
Memang ada faktor yang membuat kartu kredit sulit untuk ditawarkan oleh perbankan. Namun, itu dulu. Sekarang eranya berbeda.
 
Kartu Kredit Kini Lebih Banyak Peminatnya
Anda mungkin tidak percaya. Namun, bagaimana jika ada data yang bisa disajikan untuk Anda?
 
Pertumbuhan pengguna kartu kredit di seluruh Indonesia mencapai 11%. Sudah mencapai dua digit. Padahal, beberapa tahun yang lalu, angkanya hanya 1 digit.
 
Hal ini diperkuat dengan laporan masing-masing bank yang mendapatkan pencapaian yang luar biasa. Masing-masing bank memang mendapatkan catatan peningkatan pemegang kartu kredit. Dan trend ini diprediksi terus meningkat mengingat tingginya angka transaksi online di berbagai ecommerce. Memang tidak semua transaksi online tersebut menggunakan kartu kredit. Namun, trend penggunaan kartu kredit untuk transaksi online sangat tinggi.
 
Hal inilah yang menjadi landasan mengapa HSBC mengeluarkan Kartu Platinum . Mereka membidik masyarakat yang suka belanja online, terutama barang-barang branded.
Apa yang membuat ini bisa terjadi. 
 
1.    Dipermudah
Tidak bisa dipungkiri kini bank mempermudah seseorang jika ingin daftar kartu kredit. Mereka tidak perlu datang ke bank. Mereka bisa mengisi formulir online lalu akan di approve sesegera mungkin. Syarat lain yang dipermudah adalah batasan pendapatan per bulan. Kartu kredit tidak lagi hanya dimiliki oleh orang yang dengan panghasilan tinggi. Karena untuk mendapatkan banyak pelanggan serta membantu masyarakat dalam melakukan transaksi, kartu kredit bisa dimiliki oleh orang dengan penghasilan tidak begitu besar.
 
2.    Ekonomi Membaik
Tingginya angka pengguna kartu kredit juga menjadi tanda bahwa perekonomian di Indonesia membaik. Ini menjadi salah satu indikatornya. Orang tidak ragu untuk berbelanja. Bahkan, ketika antusiasme juga ditunjukkan ketika HSBC mengeluarkan Kartu Kartu Signature  yang ditujukan untuk para traveller.

Jadi, kini masyarakat tidak hanya memikirkan hal-hal yang bersifat primer saja tapi mulai juga memikirkan kebutuhan sekunder dan bahkan tersier seperti liburan ke luar negeri. Dan Anda harus tahu banyak anak-anak muda yang sudah berani liburan ke luar negeri karena sekarang mereka bisa memanfaatkan layakan kartu kredit dari HSCB tersebut.

3.    Persepsi Terhadap Kartu Kredit Berubah
Dulu, kartu kredit dianggap sebagai sumber masalah. Sekarang, kartu kredit dianggap sabagai solusi. Mereka bisa membeli barang branded tanpa harus merasa keberatan. Mereka bisa mencicil. Bahkan, mereka juga bisa mendapatkan diskon plus poin reward setiap kali bertransaksi dengan kartu kredit.

4.    Banyak Keuntungan
Untuk membuat semakin banyak orang tertarik menggunakan kartu kredit, berbagai keuntungan ditawarkan. Tidak hanya berupa diskon atau poin rewards. Masih banyak lagi manfaat Kartu Kredit Platinum yang bisa didapatkan pemegang kartu. 
 
Ibarat kata, bank sekarang ini semakin tinggi. Layaknya pohon kelapa, ketika tambah tinggi, tiupan anginnya pun semakin kencang. Artinya, bank memang semakin sukses dengan penawaran kartu kredit. Akan tetapi, di sisi lain, bank juga pasti punya tantangan yang lebih besar.
 
Tantangan Terberat Dihadapi Perbankan
Pada dasarnya, kartu kredit ini hanya sebagai cara untuk mempermudah penyaluran kredit kepada masyarakat. Dan namanya saja kredit. Masalahnya tetap saja, yaitu kredit macet.
Memang perekonomian semakin meningkat. Namun, karena cakupan pemegang kartu kredit semakin luas, risiko kredit macet pun semakin tinggi. Apalagi sekarang ini tidak hanya mereka yang punya penghasilan tinggi saja yang bisa mendapatkan kartu kredit. Dengan gaji 240 juta per tahun saja, Anda bisa mengajukan kartu kredit sekarang juga.
 
Lalu, langkah antisipasi seperti apa yang dilakukan oleh pihak perbankan? Salah satunya dengan cara melakukan edukasi. Jadi, sebisa mungkin masyarakat mendapatkan pemahaman bagaimana cara bijak menggunakan kartu kredit. Pasalnya, kasus kredit macet sering dialami oleh orang yang tidak bijak dalam menggunakan kartu kredit.
 
Namun, upaya edukasi saja tidak cukup. Pendekatan dengan customer jauh lebih penting. Itulah mengapa bank mencoba untuk semakin dekat dengan customer seperti dengan memberikan layanan-layanan tertentu. Contohnya saja pemberitahuan tagihan atau pengecekan tagihan yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Dengan menggunakan smartphone, Anda sebagai pemegang kartu kredit bisa mengetahui berapa tagihan kartu kredit Anda, apakah kartu over limit atau tidak, dan lain sebagainya.
 
Bank cukup diuntungkan dengan pasar ecommerce yang semakin menggeliat ini. Kompetisi yang semakin ketat membuat ecommerce memutar otak untuk menjadi yang terbaik. Salah satunya dengan menawarkan produk terbaik dengan harga yang kompetitif. Bahkan, tidak jarang barang branded dijual dengan harga diskon jika pembayaran menggunakan kartu kredit. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi bank. Tagihan kartu kredit semakin rendah jika adanya upaya tersebut.
 
Meskipun demikian, tetap saja kuncinya ada pada Anda sebagai pemegang kartu kredit. Serendah apapun tagihan bulanan kartu kredit Anda, Anda tetap tidak bisa mendapatkan manfaat dari Kartu Platinum jika Anda kurang bijak dalam menggunakan kartu kredit tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar