Menilik Perkembangan Otak Manusia dari Bayi Sampai Dewasa

Perkembangan Otak Manusia Bayi Dewasa

Seorang anak dilahirkan dengan 10 miliar neuron atau sel syaraf pada otaknya. Kemudian miliaran sel glial terus meningkat karena berperan mengoptimalkan neuron pada tiga tahun pertama sejak kelahiran anak. Hebatnya lagi, sel syaraf tersebut mampu menghubungkan ribuan neuron yang kemudian dikenal dengan dendrite dan axon. Dendrite ini bentuknya mirip seperti sarang laba-laba, sementara axon bentuknya memanjang.

Begitu banyak sel-sel syaraf yang terdapat dalam otak. Sehingga tidak heran apabila perihal  perkembangan otak manusia dari bayi sampai dewasa selalu menarik untuk dibahas. Dan berikut adalah ulasan lengkap mengenai tahap perkembangan otak manusia dari bayi hingga dewasa.

Usia 1 – 2 tahun
Pada usia ini anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan otak yang cukup pesat. Di usia ini anak mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Akan berlangsung di dalamnya pematangan otak, hubungan antar neuron, dan pembentukan syaraf. Saat baru lahir, berat otak adalah 27% dari berat otak pada orang dewasa. Selanjutnya otak akan mencapai 90% (1200 gram) pada usia 2 tahun.

Usia 3 – 5 Tahun
Pada usia ini anak akan mempunyai tingkat aktivitas otak yang tidak seaktif seperti halnya saat berusia 0 – 3 tahun. Namun anak tetap memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Jadi jangan kaget jika anak akan banyak bertanya tentang banyak hal. Pada usia ini pula anak sudah mempunyai jaringan otak yang terus bertambah kuat. Untuk itu selalu berikan nutrisi dan gizi yang lengkap agar perkembangan otaknya berlangsung optimal.

Usia 6 – 7 Tahun
Di usia ini ukuran otak sudah mencapai 2 per tiga otak pada orang dewasa. Kendati demikian otak memiliki 5 sampai 7 kali sambungan antarneuron yang lebih banyak dibandingkan otak yang dimiliki anak berusia 18 bulan. Jadi dapat dikatakan jika otak mempunyai kemampuan untuk menghubungkan ribuan antarneuron tapi hal tersebut akan terhenti ketika anak sudah menginjak usia 10 sampai 11 tahun (apabila otak tidak dikembangkan atau difungsikan dengan sebagaimana mestinya).

Mulanya, ketika anak berusia 4 tahun otak limbik dan otak primitif sebanyak 80% sudah termielinasi. Lalu sesudah berusia 6 – 7 tahun mielinasi tersebut bergeser ke bagian otak pikir.

Usia 8 Tahun
Pada usia 8 tahun ini otak bagian kiri luarnya sudah berkembang cukup pesat. Anak sudah boleh menerima pelajaran Matematika. Anak juga mulai memiliki perhatian yang besar bagi lingkungan sekitarnya. Pada usia ini anak mulai menunjukkan sikap ingin berkuasa dan mengendalikan sesuatu. Lebih dari itu anak juga sudah mampu membuat langkah-langkah skala prioritas hingga mengorganisasi teman-teman maupun dirinya sendiri.

Usia 9 Tahun
Usia 9 tahun menjadi fase terakhir dari siklus pertama perkembangan otak anak. Di tahap ini perkembangan kecerdasan anak berada di bagian otak bawah dan tengah. Hal ini terlihat dari kepahamannya tentang Tuhan, ibadah, maupun pengorbanan. Fase ini terus berlanjut melengkapi fase sebelumnya dan akan menjadi pelengkap fase-fase selanjutnya.

Usia 19 – 40 Tahun
Kematangan otak manusia baru tercapai pada usia ini. Khususnya untuk bagian korteks prefrontal (pusat perencanaan), problem solving, emosi, nalar, gerakan hingga bagian pusat bicara pada manusia. Dalam hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa, selama proses maturitas otak masih berjalan, maka selalu ada kesempatan untuk mengoptimalkan perkembangan otak.

Demikianlah ulasan tentang perkembangan otak manusia dari bayi sampai dewasa. Agar otak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga fungsinya dapat dioptimalkan, pastikan kita selalu memenuhi kebutuhan akan gizi dan nutrisi yang lengkap.

Posting Komentar

0 Komentar